BISA TIDAK BISA HARUS BISA !!!
Masalah silih berganti datang masalah ini selesai yang baru muncul terus seperti itu kadang sampai kita bosen dengann masalah yang silih berganti itu. Ya kalo kalian mau lepas dari berbagai masalah yang datang pergi itu ya mati aja karena hanya orang yang udah meninggal yang gk punya masalah di dunia tapi di akhirat jengjeng tergantung amal deh kalo amalnya buruk ya tetep aja masalah kubur datang
Ada sebuah cerrita.
Ada seorang anak muda yang umurnya masih belasan seumur sama fathia. Dia ini bingung sama masalah yang gak ada habisnya. Dia pusing gimana dia bisa menyelesaikan masalah masalah yang gak ada habisnya ini. Dia pun memutuskan untuk bercerita kepada sang ayah kalo kata kita curhat nih dia sama bokapnya. Ayahnya adalah seorang koki handal. Nah sewaktu dia lagi cerita panjang lebar tiba-tiba ayahnya mengajaknya untuk kedapur untuk apa? Jelas untuk masak. Nah anak ini bingung “ya ampun gw udah cerita panajang lebar tapi respon bokap malah ngajak masak, gubrak deh “ kataya dalam hati.
Ayahnya pun mengeluarkan 3 panci dan 3 kompor yang dinyalakan sekaligus ditaruh panci panic itu di atas kompor dan setelah itu ayahnya memasukan air dan memasaknya. Anak ini semakin bingung “maksudnya apa sih bokap gw” lalu setelah itu air sudah mendidih di masukannya wortel kedalam panic pertama, telur kepanci yang ke dua, dan bubuk kopi kepanci yang ketiga. Lalu di rebusnya. Setelah beberapa menit ke tiga bahanbahan yang tadi di rebus itu di pindahkan semua ke mangkuk, wortel di taruh di mangkuk pertama, telur mangkuk ke dua, kopi mangkuk ke tiga.
Lalu ayahnya ini menyuruh anaknya untuk mencicipi satu persatu bahan-bahan yang sudah di rebus itu. Dan jelaskan setiap rasa yang dia dapatkan. Pertama dia mencicipi wortel, seperti kalian tahu wortel kalau di rebus teksturnya yang awalnya keras yang sukar di patahkan menjadi lembut dan manis. Setelah itu dia mencoba telur dia kupas telur itu sampai bersih dan kalian tahu telur yang awalnya teksturnya cair menjadi keras kan dan terasa amis. Setelah itu dia merasakan kopi yang gk di beri gula tapi seperti kalian tahu aroma kopi itu membua kita merasa rileks nah aroma ini yang membuat anak ini menjadi tersenyum.
“nah lalu apa hubungannya dengan masalah yang aku ceritakan kepadamu yah?” ayahnya menjawab” ini jawabannya nak apa kah kamu termasuk wortel, telur atau bubuk kopi.” Anak ini semakin bingung. Dan ayahnya menjelaskannya.
Sebelum kita tahu penjelasan sang ayah fathia mau Tanya kalian lebih memilih menjadi wortel, telur, atau bubuk kopi??? Ok udah milih ini penjelasannya.
- Jika Kamu Termasuk Wortel :
Kamu itu kelihatannya keras kenapa awalnya wortel itu keras kan teksturnya tapi setelah mengalami proses perebusan dia berubah menjadi lunak. Maka sesungguhnya dengan adanya masalah yang datang, kamu berubah menjadi sosok yang mudah menyerah dan merasa susah untuk menyelesaikannya dan malah berfikir untuk lari dari masalah.
- Jika Kamu Telur :
Yang awalnya lembut dengan jiwa dinamis namun setelah adanya kesulitan, patah hati dan lain lain maka hatimu menjadi keras. Dari luar keliatannya telur itu gk berubah saat di rebus tapi apakah di dalamnya berubah ? nah apakah di dalam diri bakal rapuh? Ternyata ini akan menimbulkan dendam. Makanya don’t judge a book by the cover. Ini yang biasa di lakukan si telur keliatan sikapnya gk ada yang berubah tapi menyimpan dendam mendalam.
- Jika Kamu Bubuk Kopi :
Sesuatu yang sangat sakit tapi menimbulakan kesenangan. Ketika keadaan menjadi semakin buruk kamu akan menjadi baik dan sekitar kamu menjadi baik nah istilah yang digunakan kopi ini jadilah orang mewarnai orang tapi jangan kita yang terwarnai. Ya seperti kopi yang di rebuskan awalnya air itu berwarana bening tapi saat di masukkan kopi berubah keseluruhan menjadi hitam.
Nah termasuk yang mana kah kalian.?
Intinya itu adalah bisa tidak bisa harus bisa sebenarnya ini perintah sangat memaksa daan memang harus di paksa kenapa segala sesuatu yang kita lakukan harus di awali dengan paksaan lalu menaji terpakasa dan menaji terbiasa. Benar gak sih teman?
"Jadi kita harus bisa menjadi orang yang membuat suatu masalah menjadi membaik bukannya semakin meburuk karena kehadiran kita begitu teman. "

Tidak ada komentar:
Posting Komentar